Kamis, 02 Desember 2010

tugas ilmu sosial dan budaya dasar


BAB I
PENDAHULUAN
a.      Latar Belakang
Budaya adalah bentuk jamak dari kata budi dan daya yang berarti cinta, karsa, dan rasa. Kata budaya sebenarnya berasal dari kata sansakerta bhudayah yaitu bentuk jamak kata bhudi atau akal. Dalam bahasa inggris, kata budaya berasal dari kata culture dalam bahasa belanda diistilahkan dengan kata cultuur, dalam bahasa latin berasal dari bahasa kata coleraberarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, mengembangkan tanah( bertani).
Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture, yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam.
















BAB II
PEMBAHASAN

A.     PERWUJUDAN
Beberapa ilmuwan seperti Talcott Parson ( Sosiologi ) dan Al Kroeber              ( Antropologi ) menganjurkan untuk membedakan wujud kebudayaan secara tajam sebagai suatu sistem. Di mana wujud kebudayaan itu adalah sebagai suatu rangkaian tindakan dan aktivitas Manusia berpola.

B.     SUBTANSI ( ISI) UTAMA BUDAYA
Substansi ( Isi ) utama kebudayaan merupakan wujud abstrak dari segala macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan didalam masyarakat yang memberi jiwakepada masyarakat sendiri, baik dalam bentuk atau berupa sistem pengetahuan, nilai, perspeksi, dan etos kebudayaan.
1.       Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai mahluk sosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami.
a.        Alam sekitar
b.       Alam flora didaerah tempat tinggal
c.        Alam fauna di daerah tempat tinggal
d.       Zat-zat bahan mentah, dan benda benda dalam lingkungannya.
e.        Tubuh manusia.
f.         Sifat-sifat dan tingkah laku manusia
2.       Nilai
klunten mengemukakan bahwa yang menentukan orientasi nilai budaya manusia  didunia adalah lima dasar yang bersifat universal, yaitu:
a. hakikat hidup manusia
b. hakikat karya manusia ( MK )
c. Hakikat Waktu Manusia ( MW )
d. Hakikat Alam Manusia ( AM )
e. Hakikat Hubungan antarmanusia ( MM )

3.       Pandangan hidup
Pandangan hidup merupakan pedoman bagi suatu bangsa atau masyarakat dalam menjawab atau mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya.
4.       Kepercayaan
Kepercayaan yang mengandung arti yang lebih luas dari pada agama dan kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa.
5.       Persepsi
Persepsi suatu sudut pandang ialah suatu titik tolak pemikiran yang tersusun dari perangkat kata – kata yang di gunakan untuk memahami kejadian atau gejala dalam kehidupan
C.      SIFAT-SIFAT BUDAYA
Sifat – sifat hakiki dari kebudayaan tersebut antara lain :
1.       Budaya terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia.
2.       Budaya telah ada terlebih dahulu dari pada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan.
3.       Budaya diperlukan oleh manusia dan diwujudkna dalam tingka laku.
4.       Budaya mengcakup aturan – aturan yang bersisihkan kewajiban – kewajiban, tindakan tindakan yang di terima dan ditolak, tindakang – tindakang yang dilarang, tindakang –tindakang yang di izinkan.

D.     SISTEM BUDAYA
Sistem budaya merupakan komponen dari kebudayaan yang bersifat Abstrack dan terdiri dari fikiran – fikiran, gagasan, konsep, serta keyakinan dengan demikian sistem kebudayaan merupakan bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa indonesia lebih lazim disebut sebagai adat istiadat.
Adat Istiadat terdapat juga sistem norma disitulah salah satu fungsi sistem budaya adalah menata serta menatap tindakan – tindakan dan tingkah laku manusia.


Unsur Pokok Kebudayaan ( Menurut Bronislaw Malinowski)
a.       Sistem norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat di dalam upaya menguasai alam sekelilingnya.
b.      Organisasi ekonomi.
c.       Alat-alat dan lembaga pendidikan.
d.      Organisasi kekuatan.
Jenis kebudayaan ini dapat dikelompokkan menjadi
a.       Kebudayaan material
b.      Kebudayaan non material
Kebudayaan dapat dilihat dari dimensi
1.      Sistem Budaya
Kompleks dari ide – ide, gagasan, nilai – nilai, peraturan dan sebagainya.
2.      Sistem Sosial
Merupakan kompleks dari aktifitas serta berpola dari manusia dalam oraganisasi dan masyarakat.
3.      Sistem Kebendaan
Wujud kebudayaan fisik atau alat – alat yang diciptakan manusia untuk kemudahan hidupnya.

E.      MANUSIA SEBAGAI PENCIPTA DAN PENGGUNA KEBUDAYAAN
Tercipta atau terwujudnya suatau kebudayaan adalah sebagai hasil interaksi antara manusia dengan segala isi alam raya ini.
Dengan sumber – sumber kemanpuan daya manusia tersebut, nyatalah bahwa manusia menciptakan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan.
Tahap eksternalisasi adalah proses pencurahan diri manusia secara terus menerus ke dalam dunia melalui aktivitas fisik dan mental.
Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. Bermacam – macam kekuatan yang harus di hadapi masyarakat dan anggota seperti kekuatan alam maupun kekuatan yang tidak selalu baiknya.
Kebudayaan memeliki peran :
1.       Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompoknya.
2.       Wadan untuk menyalurkan perasaan perasaan dan kemampuan kemampuan lain
3.       Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4.       Pembeda manusia dan binatang
5.       Petunjuk petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku di dalam pergaulan
6.       Pengaturan agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, menetukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain.
7.       Sebagai modal dasar pembangunan.
Manusia merupakan mahluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia dapat mengembangkan kebudayaan. Begitu pula manusia hidup dan bergantung pada kebudayaan sebagai hasil ciptaannya kebudayaan juga memberikan aturan bagi manusia dalam mengelola lingkungan dengan teknologi hasil ciptaannya.

F.      PENGARUH BUDAYA TERHADAP LINGKUNGAN
budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berinflikasi pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang.
            Beberapa variabel yang berhubungan dengan masalah kebudayaan dan lingkungan :
Ø  Physical Emvironment, menunjukkan pada lingkungan natural seperti : temperatur, curah hujan, iklim, wilayah, geografis, flora, dan fauna.
Ø  Cultural Social Environment, meliputi aspek – aspek kebudayaan beserta proses sosialisasi seperti : norma – norma, adat istiadat. Dan lain – lain.
Ø  Emfiromental Orientation And Representation, mengacu pada persepsi dan kepercayaan kognitifyang berbeda – beda pada setiap masyarakat mengenai lingkungannya.
Ø  Enviromental Behavior And Process, meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungan dalam hubungan sosial.
Ø  Out Carries Product, meliputi hasil tindakan manusia seperti membangun rumah, komonitas, kota beserta usaha – usaha manusia dalam menmodifikasi lingkungan fisik seperti budaya pertanian dan iklim.
G.     PROSES DAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN
sebagaimana di kenal bahwa kebudayaan adalah hasil cipta, karsa dan rasa manusia oleh karenanya kebudayaan mengalami perubahan dan perkembangan manusia itu.
Perkembangan kebudayaan terhadap dinamika kehidupan sesorang bersifat kompleks, dan memiliki eksistensi dan berkesinambungan dan juga menjadi warisan sosial. Seseorang mampu mempengaruhi kebudayaan dan memberikan peluang untuk terjadinya perubahan kebudayaan.
Kebudayaan dari suatu kelompok sosial tidak secara komplet ditentukan oleh lingkungan fisik saja, namun lingkungan tersebut sekedar memberikan peluang untuk terbentuknya sebuah kebudayaan.
Perkembangan zaman mendorong terjadinya perubahan – perubahan di segala bidang. termasuk dalam hal kebudayaan. Mau tidak kebudayaan yang di anut suatu kelompok sosial akan bergeser.
Hal yang penting dalam proses pengembangan kebudayaan adalah dengan adanya kontrol atau kendali terhadap perilaku reguler ( yang tampak ) yang di tampilkan oleh para penganu kebudayaan.
H.    PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN
Beberapa problematika kebudayaan antara lain :
1.      Hambatan budaya yang berkaitan dengan  pandangan hidup dan sistem kepercayaan.
2.      Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang hambatang budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi sudut pandang ini dapat menjadi antara masyarakat dan pelaksana pembangunan.

3.      Hambatan budaya berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan.
4.      Masyarakat yang terasing dan kurang komonikasi dengan masyarakat luar.
5.      Sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal – hal baru.
6.      Sikap etnosentrisme adalah sikap yang meggunkan budaya suku bangsa sendiri dan menganggap rendah budaya suku bangsa lain.
Kebudayaan yang berkembang dalam suatu wilayah seperti indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari beberapa suku bangsa dan budaya yang beraneka ragam.
7.      Perkembangan IPTEK sebagai hasil dari kebudayaan . sering kali disalah gunakan oleh manusia, sebagai contoh nuklir dan bom dibaut justru untuk menghancurkan manusia bukan melestarika sebuah generasi, obat – obatan dibuat untuk kesehatan tapi dalam penggunaannya banyak disalahgunakan yang justru mengganggu kesehatan manusia
I.       PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Sebagaimana di ketahui bahwa kebudayaan mengalami perkembangan       ( dinamis ) seiring dengan perkembangan manusia itu sendiri, oleh karenanya tidak ada kebudayaan yang bersifat statis. Dengan demikian, kebudayaan akan mengalami perubahan. Ada 5 faktor yang menjadi penyebab perubahan kebudayaan, yaitu :
a.       Perubahan lingkungan alam
b.      Perubahan yang di sebabkan adanya kontak dengan suatu kelompok lain.
c.       Perubahan yang menyebabkan karena adanya penemuan.
d.      Perubahan yang terjadi karana suatu masyarakat atau bangsa mengadopsi beberapa elemen kebudayaan material yang di kembangkan oleh bangsa lain di tempat lain.
e.       Perubahan yang terjadi karena ssuatu bangsa memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsi suatupengetahuan atau kepercayaan baru, atau karena perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya tentang realitas.
BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Sistem budaya merupakan komponen dari kebudayaan yang bersifat Abstrack dan terdiri dari fikiran – fikiran, gagasan, konsep, serta keyakinan dengan demikian sistem kebudayaan merupakan bagian dari kebudayaan yang dalam bahasa indonesia lebih lazim disebut sebagai adat istiadat.
Adat Istiadat terdapat juga sistem norma disitulah salah satu fungsi sistem budaya adalah menata serta menatap tindakan – tindakan dan tingkah laku manusia.
B.     Saran














DAFTAR PUSTAKA
 Buku Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar